Kapolresta Malang Kota Temui Massa Sampaikan Permohonan Maaf, Pangdivif 2 Kostrad Ingatkan Massa Tak Terprovokasi

KOTA MALANG – Usai mimbar bebas dan doa bersama untuk mendiang Affan Kurniawan (21), driver ojek online yang meninggal dunia saat aksi demo di Jakarta, ratusan massa yang terdiri dari driver ojol, mahasiswa dan masyarakat dari di Alun-alun Merdeka Kota Malang melanjutkan dengan mendatangi Mako Polresta Malang Kota di Jl Jaksa Agung Suprapto. (Jumat malam, 29/8/2025).

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono turun langsung menemui massa bersama Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, serta Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Moh. Alharidz Unus.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Malang Kota Nanang Haryono menyampaikan ungkapan duka cita mendalam serta menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang menimpa Affan Kurniawan di Jakarta.

“Teman-teman yang sudah menyampaikan tuntutan, baik yang pertama maupun kedua, kami sebagai kepanjangan tangan dari pimpinan, memohon maaf dengan setulus hati atas peristiwa yang menimpa almarhum Affan Kurniawan di Jakarta.” Ucap Tulus Kombes Pol Nanang dihadapan Massa, (Jumat Malam, 29/08/2025).

Nanang menegaskan, pihaknya sudah memenuhi tuntutan massa, salah satunya bentuk pertanggungjawaban dari kepolisian dengan hadir langsung menemui mereka.

“Tersangka yang diduga terlibat sudah ditahan dan diperiksa. Semoga almarhum Affan diberikan tempat terbaik dan terindah di sisi Allah SWT,” Ucap haru Kombes Pol Nanang.

Ungkapan senada disampaikan Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo saat dilokasi. Ia juga mengimbau agar massa menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi pihak-pihak tertentu.

“Kami berharap rekan-rekan tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi untuk membuat kericuhan dan memecah belah persatuan. Mari kita hormati perjuangan almarhum dengan cara yang damai,” pesannya.

Susilo menekankan pentingnya menjaga soliditas antara masyarakat, aparat kepolisian, dan TNI demi keamanan serta ketertiban bersama.

Meski demikian, massa yang tersulut provokasi bertindak anarkis. Massa yang semula datang untuk menggelar doa bersama dan menyampaikan aspirasi justru menggelar aksi anarkis, bahkan masa aksi terus bertambah dan melakukan tindakan-tindakan yang memicu kerusuhan diantaranya melempar batu, flare, pembakaran water barrier hingga perusakan fasilitas di sekitar Mapolresta.

Sekitar pukul 19.45 WIB Ratusan prajurit TNI dikerahkan ke lokasi untuk berdialog dengan massa dan meredam suasana. Namun upaya tersebut tidak cukup lantaran sebagian massa masih melontarkan provokasi dan melempari petugas.

Selanjutnya, aparat gabungan mengambil tindakan terukur dengan komitmen menjaga keamanan, mengedepankan langkah humanis, serta terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Aparat dan masyarakat sepatutnya membangun komunikasi yang sehat, mencegah provokasi, serta memperkuat sinergi demi menjaga kondusivitas wilayah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *