MALANG KOTA – Selama tiga hari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Polresta Malang Kota kerahkan Bhabinkamtibmas jajaran Polsek menjadi pemateri pembinaan dan edukasi di sekolah-sekolah sesuai wilayah binaannya.
Program ini menjangkau Sekolah Dasar hingga SMA/SMK sederajat di 57 kelurahan se-Kota Malang sebagai bentuk komitmen Polri dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan taat hukum. (Rabu, 15/07/2026)
Para Bhabinkamtibmas hadir langsung di lingkungan sekolah untuk menyampaikan materi yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini, mulai pencegahan bullying, pendidikan antikorupsi, bahaya narkoba, judi online, kenakalan remaja, Kamseltibcarlantas, hingga edukasi mencegah balap liar.

Salah satu personel yang aktif pembinaan, Kanit Binmas Iptu Tri S, yang melakukan roadshow ke beberapa sekolah dalam satu hari didampingi Bhabinkamtibmas di masing-masing kelurahan di wilayah Hukum Polsek Lowokwaru.
“Kami ingin peserta MPLS mengenal Polri sebagai sahabat pelajar. Edukasi sejak awal menjadi bekal agar mereka terhindar dari bullying, narkoba, judi online, kenakalan remaja, maupun pelanggaran hukum lainnya,” ujar Iptu Tri.
Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di sekolah bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membangun komunikasi yang baik antara polisi, guru, orang tua, dan siswa sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Melalui pendekatan anggota Polri, seluruh peserta MPLS memperoleh materi pembinaan yang sama dengan pendekatan yang disesuaikan usia dan jenjang pendidikan.

Tak hanya memberikan materi di dalam kelas, sejumlah Bhabinkamtibmas juga mengisi kegiatan MPLS dengan Pelatihan Baris Berbaris (PBB).
Program Polisi Sambang Sekolah ini dilaksanakan para Bhabinkamtibmas mendatangi sekolah-sekolah sesuai daerah binaannya secara bergilir.
Salah satunya MI Sunan Giri, Jalan Tlogosari, Kelurahan Merjosari, saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Merjosari Aiptu Josafat Wicakasono memberikan edukasi mengenai Anti Kekerasan dan Bullying dalam Mewujudkan Madrasah yang Aman dan Berkarakter.
Materi tersebut mendapat sambutan hangat dari kepala madrasah, dewan guru, serta para siswa. Suasana penyampaian materi berlangsung interaktif dan penuh keakraban.

Kepala MI Sunan Giri, Muhammad Taufiq, yang akrab disapa Gus Taufiq, mengapresiasi Aiptu Joshafat sebagai mitra strategis sekolah dalam membangun karakter peserta didik.
“Kami mengapresiasi kehadiran Pak Bhabin. Materi yang disampaikan mudah dipahami, komunikatif, dan mampu membangun kesadaran anak-anak untuk saling menghormati serta menjauhi kekerasan dan bullying,” kata Gus Taufiq.
Ia berharap sinergi antara madrasah dan Bhabinkamtibmas terus terjalin secara berkelanjutan melalui berbagai program edukasi yang inovatif demi mendukung pembinaan karakter peserta didik di tingkat dasar.
Melalui rangkaian MPLS, Polresta Malang Kota terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan mencetak generasi penerus bangsa berprestasi, serta memiliki kesadaran hukum sejak dini, serta bisa menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
